Apa yang membuat seseorang tahan terhadap kematian? Air tahan terhadap kebusukan dan dahan tahan terhadap kelapukan? Jawabannya, mungkin : GERAK !!!
Tak dapat dibayangkan, bagaimana wajah bangsa yang malang ini. Seandainya beberapa dekade lalu tak memunculkan sejumlah kecil hamba-hambaNya yang dengan keyakinan penuh gerak mengarungi ketandusan sahara hati bangsa. Sampai hari ini para pahlawan tak dikenal itu tetap bekerja.
Namun ajaib isi dunia ini, yang punya cita cita besar tak punya modal besar. Dan yang punya modal besar bekerja untuk menghancurkan cita cita besar. Lebih ajaib lagi ada hamba hamba yang berhati lembut, bertekda baja dan berkeyakinan tanpa mengenal kata mustahil, tak larut dalam impian “Andai saja kita jadi penguasa“. Merekalah “Jutaan tangan yang mengayunkan cangkul” mengubah lahan kritis menjadi produktof, menyuapkan nasi ke mulut-mulut lapar.
Generasi baru ini teguh pada garis tugas utama mereka “Seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semaki kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir” (QS. 48;29). Ya, tangan-tangan yang memperoleh berkah dalam gerak dan mendapatkan kekuatan karena “Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka”.
Kekaguman yang tertuju pada kisah kecemerlangan dakwah dan keteladanan para da’i di masa lalu tanpa menapak di atas langkah mereka hanya akan berakhir pada penguasaan aspek kognitif yang akan cepat terlupakan, tanpa menyisakan manfaat ruhiyah yang melimpah. Padahal, Allah telah menjamin bahwa kisah para Rasul itu pasti akan meneguhkan hati (QS. Hud ; 120)
Sedekat apapun hubungan fisik seseorang dengan sumber keteladanan hanya akan berguna bila frekuensinya dengan sang sumber sama.
Karenanya, dalam lingkup kerja dakwah, seorang kader yang menawar-nawar tugas ringan di hari ini dicemaskan tak bakal mampu mengangkat tugas-tugas besar, betapapun ia dapat berkisah tentang cobaan, kesetiaan dan kecintaan dengan begitu lancar, seperti ia sendiri pelakunya. Akhirnya kita semakin tahu hanya dengan gerak keadaan dapat diperbaiki, kecuali gerak itu tak lagi bermakna.
Salam jihad untuk dakwah kampus, bergeraklah !!!!!!
(ringkasan, diambil dari Gerak dan Berkah dalam buku Pilar Pilar Asasi - Rahmat Abdullah)
0 Response to "Apa yang membuat seseorang tahan terhadap kematian?Gerak dan Berkah"
Posting Komentar