Rasa haru, lega, dan bahagia bercampur menjadi satu ketika 33 penambang yang terperangkap selama 69 hari di Cile, akhirnya berhasil diselamatkan seluruhnya ke permukaan. Bagi keluarga para penambang, detik-detik menggetarkan tersebut merupakan akhir dari drama mencekam yang sudah lebih dari dua bulan melingkupi mereka.
Salah satu kisah mengharukan di balik tragedi tersebut berasal dari Elizabeth Segovia, istri dari Ariel Ticona, salah satu dari ke-33 penambang yang terperangkap. Ia melahirkan seorang bayi perempuan pada 14 September 2010. Ketika itu, ayah dari putri pertamanya tersebut sudah 40 hari terjebak di bawah tanah.
Bayi perempuan mungil itu lantas dinamai Esperanza, bahasa Spanyol untuk 'harapan.' Nama itu menjadi sebuah simbol asa yang terus digenggamnya erat-erat, sambil terus memanjatkan doa atas keselamatan suami tercinta.
Mulanya, ia dan Ticona berencana menamai putri pertama mereka Carolina. Tapi, begitu mengetahui sang suami ternyata masih hidup setelah poros utama pertambangan tersebut runtuh, pasangan itu sama-sama memutuskan mengganti nama putri mereka.
''Katakan padanya untuk mengubah nama anak kami...dan memberikannya ciuman jarak jauh. Kami akan menamainya Ezperanza!'' teriak Ticona dari bawah tanah. Komunikasi yang terjadi lewat video chat kala itu, mungkin dilakukan berkat kabel serat optik yang dijatuhkan tim penyelamat lewat lubang bor sempit.
Ke-33 penambang tersebut terperangkap sejak 5 Agustus 2010, di tambang emas dan tembaga yang terletak di utara gurun Atacama, Cile. Mereka dipastikan masih berada dalam keadaan hidup 17 hari kemudian. Selama itu, banyak anggota keluarga yang berjaga-jaga di sekitar area pertambangan, dan tidur dalam tenda-tenda yang dibangun di tengah udara malam gurun yang dingin menusuk tulang.
Menurut prediksi kala itu, dibutuhkan waktu setidaknya empat bulan untuk melancarkan misi penyelamatan. Untungnya, pada 9 Oktober 2010, sebuah terowongan penyelamatan sedalam 624 meter selesai dibangun. Menteri Pertambangan Cile Laurence Golborne menyatakan, tindakan ekstraksi para penambang akan dilancarkan pada 13 Oktober 2010.
Florencio Avalos, 31 tahun, adalah penambang pertama yang berhasil diselamatkan setelah terperangkap di perut bumi selama 69 hari. Begitu menginjak tanah di permukaan, ia dielu-elukan bak orang pertama yang mendarat di bulan.
Di tengah gelombang riuh tepuk tangan, sorakan, sirene, dan silau lampu sorot kamera, Avalos berjalan keluar dari kapsul tabung baja Phoenix selebar 54 cm dan setinggi 4 meter, yang dibuat oleh Angkatan Laut Cile untuk mengangkatnya ke permukaan. Putranya, Bairo, 7 tahun, menghambur ke pelukan sang ayah sambil menangis bahagia.
Penambang 32 Ticona merupakan penambang ke-32 yang ditarik keluar dari perut bumi. Di tengah kerumunan sanak keluarga yang berkumpul di sana, si mungil Ezperanza pun hadir dalam gendongan sang ibu, untuk menyambut sosok ayah yang belum pernah ditemuinya.
''Aku sangat bahagia,'' cetus Segovia sambil mendorong Ezperanza dalam kereta bayi bewarna hijau, beberapa waktu menjelang momen penyelamatan para penambang itu dimulai.
Sepanjang operasi penyelamatan dramatis tersebut, Presiden Cile Sebastian Pinera dan Ibu Negara Cecilia Morel, turun langsung ke lokasi tambang guna memberikan dukungan psikologis kepada kerabat para penambang.
Sekitar 22 jam setelah penambang Cile pertama yang terperangkap diselamatkan, penambang terakhir, Luis Urzua, ditarik ke permukaan. Dengan demikian, berakhirlah operasi penyelamatan yang menarik perhatian dunia dan mengakhiri penderitaan mereka selama dua bulan. (mi/git)

0 Response to "Kisah Mengharukan di Balik Tragedi Tambang Cile"
Posting Komentar