Sri Purnomo : Islam Bukan Agama Keras

Bupati_Sleman.jpg
Bupati Sleman Sri Purnomo
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNJOGJA.COM –
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan peringatan Maulid Nabi pada hakekatnya adalah mengingat kembali kebesaran akhlak, meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW yang akan menjadi bahan introspeksi bagi kehidupan.

Jadi bagi Sri Purnomo merupakan kesalahan jika Islam dipersepsikan sebagai agama keras atau mengajarkan kekerasan. Begitu juga tindakan-tindakan sebagian pemeluknya yang dapat mencoreng wajah santun dan lemah lembut Islam. Karena Nabi SAW senantiasa mengedpankan kasih sayang dan kelembutan dalam berhubungan dengan sesama termasuk dalam menyelasikan suatu permasalahan.

“Islam bukan agama keras, melainkan mengajarkan kelembutan dan kasih sayang kepada umatNya,” ujar Sri Purnomo di depan ratusan jamaah di Masjid Agung Kabupaten Sleman, pada peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, Selasa (22/2/2011).

Kelembutan dan kasih sayang itulah, lanjutnya, justru yang mampu menjadi metode ampuh dalam berdakwah dan menyelesaikan permasalahan. Ia mengatakan Nabi Muhammad pernah bersabda, "Kelembutan yang ada dalam segala sesuatu akan menyeimbangkannya, dan kekerasan dalam segala sesuatu akan memperburuknya." Hadis Riwayat Muslim.

Sri Purnomo menandaskan Maulid Nabi menjadi momentum yang sangat baik bagi warga Sleman untuk melakukan evaluasi dan introspeksi diri. Apakah perilaku hidup kita sudah sesuai de­ngan ajaran dan teladan Rasulullah SAW. “Dengan senantiasa introspeksi maka insya Alloh, kualitas hidup kita akan semakin membaik dari waktu ke waktu,” ujarnya. Peringatan Maulid Nabi di hadiri para pejabat, PNS, POLRI, TNI, siswa-siswi, lembaga sosial keagamaan serta calon penerima bantuan anak asuh dari BAZ Kabupaten Sleman.

Menurut dia, peringatan maulid ini menjadi begitu penting maknanya, disaat kita dituntut untuk saling membantu dan saling mengasihi terutama kepada saudara kita yang saat ini tengah berupaya bangkit dari keterpurukan akibat bencana erupsi Merapi beberapa saat lalu.

Selain itu, beberapa saat yang lalu, lanjutnya banyak terjadi peristiwa-peristiwa kekerasan yang dikaitkan dengan issu SARA. “Saya berharap, siapa saja yang bersalah dan melanggar hukum harus ditindak tegas sesuai hukum dan perauran yang berlaku,” tandasnya.

Sri Purnomo mengatakan dari berbagai kejadian-kejadian tersebut, tentunya menggugah kesadaran untuk menekankan kembali akhlakul kharimah yang sudah ditutunkan dan diajarkan Nabi Muhammad SAW. Akhlakul Kharimah tidak hanya dalam berhubungan dengan sesama Muslim, namun juga harus ditunjukkan kepada umat yang tidak seiman.

Editor : junianto

0 Response to "Sri Purnomo : Islam Bukan Agama Keras"

Posting Komentar