Ketika seorang insan ditimpa kesedihan yang menumpuk-numpuk. kakinya sakit, hampir saja tidak bisa berjalan, perutnya lapar tidak mengecap nasi dari pagi, ibu selalu berburuk sangka, bapak kurang perhatian, kesalahan adik2 ditimpakan kepada diri insan tersebut. Mahu pergi daya tidak sempurna. dilihat kain belum dilipat. mata mulai berkaca-kaca. Rasa ingin muntah juga mengirinya. yang sangat sedihnya, orang yang akan menolong dan akan menjaga diri insan itu masih jauh.


memang sedih dan tidak bisa dibayangkan betapa sedihnya. Namun dikala kesedihan yang di rasakan oleh insan yang lemah itu, pasti akan diganti oleh Allah dengan kegimbaraan dan kebahagiaan. yakinlah selagi semua permasaalahan itu dikadukan kepada Allah, pasti akan diganti oleh Allah dengan kegembiraaan. yang penting jangan merasa kesidihan itu merupakan kemarahan Allah. tapi yakinlah bahwa kesidihan dialami merupakan ujian terhadap kesabaran yang ada dalam diri hambaNya. Ada orang yang disebrang mendoakan insan itu. Semoga insan itu selalu tabah dan sabar dalam menjalankan kesedihan yang ditimpanya. Yakinlah kesediahan yang dialami insan itu akan diganti dengan kebahagiaan, yang insan itu belum tau apa yang akan diberikan oleh Allah kepadanya. mana tahu akan dapat pendaping yang setia dan penuh kasih sayang dan bertanggung jawab dan juga akan membawanya ke sorganya Allah SWT.
. yang terpenting harus yakin saja, bahwa semua yang yang ditimpakan oleh Allah merupakan tanda sayangnya Allah pada diri kita. mulai dari sekarang tunggulah kegembiraan dan kebahagiaan yang telah Allah sediakan bagi hambanya yang lolos dari ujianNya itu.
0 Response to "Dibalik kesedihan"
Posting Komentar