Saya Bertemu Jaringan Al Qaeda Seluruh Dunia

NEW YORK, MINGGU - Jaringan Televisi CNN, Jumat (24/7), melansir hasil pemeriksaan Bryant Neal Vinas (26) asal New York yang dipersiapkan kelompok Al Qaeda sebagai pengebom bunuh diri. Berikut pengakuan Bryant kepada Kejaksaan Belgia:

SAYA siap sebagai pengebom bunuh diri demi kepentingan kelompok Al Qaeda, meski pemimpin saya pernah mengatakan saya masih perlu mendapat pelajaran agama secara lebih dalam.

Saya pernah hidup di pegunungan Waziristan, perbatasan Pakistan dan Afghanistan, bersama anggota Al Qaeda. Tiga tahun sebelum bergabung dengan Al Qaeda pada 2007, dan ikut bertempur di Afghanistan, saya memeluk agama Islam.

Saya pergi ke kawasan Lahore, Pakistan, 12 September 2007 dengan bantuan seseorang yang saya kenal di New York. Di Lahore saya dapat mengakses kelompok militan yang bertempur di Afghanistan.

Untuk menjadi anggota Al Qaeda tidak perlu menandatangani dokumen atau mengikuti ritual tertentu. Saya berhasil menjadi anggota penuh Al Qaeda dan mengganti nama menjadi Mahmond. Pemimpin saya pernah meminta agar saya menjadi pengebom bunuh diri. Saya kemudian dikirim ke Peshawar, Pakistan, untuk mendapat instruksi lanjutan.

Pemimpin saya memutuskan agar saya terlebih dulu mendapat pelajaran agama lebih mendalam sebelum menjadi pengebom bunuh diri. Setelah menerima pelajaran di Peshawar, saya berangkat ke pegunungan Waziristan, dan bertemu anggota Al Qaeda, termasuk yang berasal dari Arab Saudi dan Yaman.

Selama Maret-Juli 2008, saya mengikuti pelatihan di tiga kamp. Pelajaran meliputi cara menggunakan senapan AK-47, peluncur granat dan roket, serta senjata api genggam. Saya juga akrab dengan bahan peledak dan cara membuat bom rompi.

September 2008 saya dibawa ke sebuah kota dekat perbatasan Afghanistan bergabung dengan pasukan Al Qaeda. Kami menghujani pasukan AS dengan tembakan roket. Usai melancarkan serangan, saya kembali ke pegunungan Waziristan. Di tempat itu saya bisa berkomunikasi intens dengan pimpinan Al Qaeda.

Topik pembicaraan menyangkut rencana penyerangan di negaranegara Barat, termasuk Amerika Serikat. Saya kembali ke Peshawar, Oktober 2008 untuk mencari istri. Di tempat itu pula saya ditangkap.

Selama di Pakistan, saya hidup bersama warga Belgia dan Prancis yang datang awal tahun untuk menjalani pelatihan militer. Pada Desember 2008, mereka ditangkap ketika kembali ke Eropa setelah aparat keamanan mencium rencana serangan teroris di Belgia.

Saya mempunyai sejumlah nama samaran antara lain Ibrahim, Bashir al-Ameriki, dan Ben Yameen al-Kandee. Di Pakistan, saya sempat bertemu pemimpin sel Al Qaeda di Prancis-Belgia, Garsallaoui. Pria asal Tunisia itu menikahi wanita Belgia bernama Malika el Aroud.

El Aroud digambarkan sebagai simbol gerakan jihad. Manan suami Aroud, Ahmed Shah Massoud adalah pemimpin pasukan Afghanistan's anti-Taliban. Massoud terbunuh dua hari menjelang penyerangan menara kembar WTC, New York, 9 September 2001.

El Aroud ditangkap di Brusel ketika menunggu persidangan. Dia dituduh merekrut warga Eropa untuk menjadi anggota pasukan militan.

(persda network/feb)

0 Response to "Saya Bertemu Jaringan Al Qaeda Seluruh Dunia"

Posting Komentar