Dalam upaya mendekatkan diri para Tuhan dapat dilakukan dengan melalui ilmu tasawuf, yaitu suatu ilmu yang mengajarkan mendekatkan diri pada Tuhan dengan mengikuti pola sufi tertentu
Selain menggunakan cara syariat untuk mendekatkan diri pada tuhan dengan cara islam ada cara lain yaitu tarekat, hakekat dan makrifat, jenis dari tarekat itu ratusan jumlahnya di seluruh dunia misalnya: Tarekat Qodiriyah, Naqsabandiah, Jabariyah, Tijaniah, Rahmaniah, Salamiah, Sidiqiyah, dll.
Tujuan adanya tarekat-tarekat itu secara umum adalah : a. mendekatkan diri kepada tuhan, b. merasakan kenikmatan dalam ibadah, c. berbuat dengan rasa agama dan tauhid disetiap nafasnya, d. merasakan ketentraman lahir batin.
Jadi jelas sekali bahwa para sufi / salik (sebutan seorang pejalan tarekat – hakekat) bahwa seharusnya lebih mudah menjadi orang yang taat melaksanakan ibadah dalam hal hubungan dengan manusia , lingkungan dan hubungan dengan tuhan.
Perlu diketahui dalam perjalanan sufinya seorang salik secara umum mengalami efek samping yaitu memasuki dunia ghoib (mistik) dan mistik ini bagi sebagian orang salik selalu “dianggap godaan”dan harus senantiasa dipegang erat etika kemistikannya.
Kemistikannya para salik misalnya: dapat menghilang dari pandangan, mewujudkan benda ghoib mewujudkan binatang dari alam ghoib, berkomunikasi dengan hewan, mengetahui kejadian yang akan datang, membaca hati dan pikiran orang, terbang diudara, dll .
Dalam islam sendiri yang utama “adalah perbuatan amal soleh” sedangkan mistik adalah godaan dan sarana menolong sesama atau orang yang membutuhkan.
Dari Abu Yazid Al Bustami (sufi zaman Abasiah) mengatakan: “Andaikan ada orang bisa berjalan diatas air atau duduk diatas udara, maka jangan tertipu olehnya , Perhatikanlah bagaimana ia melaksanakan perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya. Sebab setan bergerak dari timur ke barat dalam sekejap mata. Dan ia tetap terkutuk.
0 Response to "KEGHOIBAN PARA SUFI"
Posting Komentar